Dan betul aja…gak lama kemudian aku rasa ada yang mau meledak dari dalam Penisku. “selamat malam bapak” , sapa pegawai itu dengan ramah
“malam juga mbak” balasku
“ada yang bisa saya bantu pak ?” tawarnya dengan senyum
“saya hanya mau liat-liat aja mbak, sapa tau ada yang cocok” jawabku
“silahkan dipilih pak Bettdalnya, karena sekarang juga lagi ada diskon”
“oh ya ? Bokep Crot Iya kan ?”
candaku. “Bett….” Panggilku pelan
“hhmmm….” Gumamnya sambil matanya tidak lepas dr layar laptop
“serius amat ngeliatnya Bett… tidak ada jawaban lagi dari Betty.“Liiifff….” Panggilku sambil memegak pundaknya dari belakang dan aku usap-usap pundak sampai lehernya, aku maju lagi duduknya sehingga hampir berhimpitan dengan dia, tapi tetap kujaga agar Penisku yang dah bangun tidak terkena badannya. Saat aku masuk toko, langsung disambut oleh Betty. Akhirnya malam itu aku dihotel sendiri lagi. “oohh….” Desahnya sambil kepalanya mendongak ke atas. Biasa…ada kerjaan” jawabku
“udah mau tutup ya mbak ?” tanyaku selanjutnya, krn kulihat beberapa pegawai yang lain
mulai memasukkan keranjang sepatu ke dalam toko.




















