itu aja nggak mau, apalagi kalau disuruh karaoke” desahku dalam hati kecewa.Namun kekecewaanku terobati karena sejurus kemudian Mas Arif tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan melepas celananya. Bokep Montok Tangan kananku mengelus-elus kontolku yang terasa mulai mengeras.Lama akhirnya Mbak Nida mencapai orgasmenya yang kedua kali,“Ooorrggghhhhh………..”Mbak Nida mengerang, tetapi belum selesai erangannya, aku langsung menusukkan penisku pelan-pelan ke dalam vaginanya.“Aaaaaahhhhh…………” suara Mbak Nida terpekik, matanya sayup-sayup menatap syahdu ke arahku, aku tersenyum.Akupun mengambil posisi duduk dan mengangkangkan kedua paha Mbak Nida dengan kedua tanganku, lalu kulakukan penetrasi kontolku pelan-pelan lama kelamaan men-jadi semakin cepat. Dengan cemas aku menantikan reaksinya.Menit demi menit berlalu hingga sudah 15 menit kulihat Mbak Nida masih tetap menonton. Dalam hatiku aku merasakan senang, gembira, tapi juga sedih. Mbak Nida me-melukku dan mencium pipiku berkali-kali seraya membisikkan sesuatu ke telingaku,“Terima kasih Bud”Mbak Nida kulihat senang dan memeluk tubuhku erat, tertidur di atas dadaku.




















