Gloriapun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Waduh, mati aku. Bokep Indonesia “Atau apa hah?” teriak NT agak keras. Tidak disangka, itu adalah Fahris, lawan Finalku nanti, dan yang satu lagi, adalah anak yang terdapat di Foto-foto yang kulihat tadi, karena namanya cukup panjang, sebut saja NT.Karena tempat itu cukup luas, saya mencoba untuk mendengarkan suara mereka dengan mendengarkan gemanya. “Jangan.. Saat saya akan melakukannya, tiba-tiba ada 2 orang yang masuk ke ruangan itu. Karena merasa tidak sopan, maka kukembalikan lagi kepada tempatnya. “Jangan macam-macam kamu, cepat serahkan!” NT meneruskan. Aku melihat sekelilingku, dan ternyata, aku berada di rumah sakit. “Bagaimana pendapatmu?” tanyaku. “Tidak juga sih, tapi sudah mendingan.” sahutku. Kebetulan pada saat itu tidak ada orang, maka saya bisa bersantai sejenak di sana.Setelah sekian lama, saya ingat, bahwa saya akan bertanding lomba Catur antar 1 Sekolah. Waduh, mati aku. Setelah itu, sayapun berniat kabur melalui Jendela Ventilasi di dekatku.Ketika hendak keluar, aku mendengar ada suara gebrakan.




















