Dalam beberapa menit kami masih bertahan pada posisi berdiri. Bokep Asia Pak baksonya satu es teh nya dua” pesanku pada penjual baksoKami dudk berhadapan dipisahkan meja untuk empat orang. Tubuh kami penuh peluh. Sampai sekarang aq tak pernah bertemu lagi denganya. Kucium bibirnya dan kuremas-remas toketnya. Biasanya cuek aja.“Mau kemana” tanyaku singkat. Biasanya cuek aja.“Mau kemana” tanyaku singkat. “Ada apa May?”
“Orang dibelakangmu dari tadi ngeliatin aq terus”
“Biarin aja kenapa, mata mata dia sendiri”Lalu kedua kakinya menjepit kencang salah satu kakiku. “Kamu kerja di mana sih? Aq membalas dengan tak kalah liar. Maya bangkit dan segera melucuti pakaianya sampai bugil. Kududukkan dia di atas meja. Aq siap untuk menyemburkan pejuhku.“Maya, aq mau sampai… bentar lagi Mayy.. “Di hotel aja” sahutnya pelanKutatap wajahnya, seolah-olah tak percaya dia ngajak chek-in.Aq pun segera menghabiskan baksoku, bayar dan keluar dari warung bakso.




















