Aku benar-benar tidak berdaya ketika anusku serta mulutku dimasukkan oleh benda tumpul. Untungnya aku sering pinjam mobil Papa, jadi tidak canggung lagi membawa mobil. Bokeb Bahkan sikapnya begitu mesra sekali. Tapi Uwak menahan dan memaksaku untuk singgah.“Ayo..” katanya sambil menarik tanganku. Sementara itu aku hanya dapat merenung tanpa dapat berbuat apa-apa. Bagaimana mungkin aku dapat melakukan sesuatu dengan kedua tangan dan kaki terikat seperti ini..? Uwak bukan hanya menanggalkan bajunya, tetapi dia melucuti seluruh penutup tubuhnya. Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar. Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tetapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpi-mimpiku. Aku bermaksud mau pulang. “Iya. Uwak bukan hanya menanggalkan bajunya, tetapi dia melucuti seluruh penutup tubuhnya. Berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Aku benar-benar tidak berdaya ketika anusku serta mulutku dimasukkan oleh benda tumpul. Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar. Uwak mendekatiku, tetapi keempat pria lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.“Eh, apa-apaan ini?




















