No info
Namun karena malu, aku tak berkata apa-apa ketika Pak Toyo meninggalkan kamarku. Kios masih buka dan adik yang menjaganya. Bokep Jepang Siang itu ibu menyuruhku mengambil beberapa barang di rumah Pak Toyo karena persediaan di kios habis. “Sakit ya Pak?”. Benda kecil licin segera dipaksakan masuk ke dalam mulutku. Aku duduk menyepi sendiri di sana sambil menguras air mataku. Sekali lagi aku ingin berteriak tetapi suaraku tersendat di tenggorokan. Kubiarkan ranjang morat-marit dan sprei berdarah itu tetap berada di sana. Sebenarnya aku sudah curiga, sebab Pak Toyo (aku memanggil-nya “Pak” karena teman ayahku) yang rumahnya jauh sering datang minum jamu dan ngobrol dengan ibuku. Aku sengaja menyibukkan diri di belakang apabila pagi-pagi Pak Toyo datang mengantar ibu ke kios. Bus yang ditumpanginya ngebut dan nabrak truk tangki yang memuat bahan bakar bensin. Apalagi dia kan bekas teman ayah dulu!”. Pada suatu saat, aku akan membalasnya.





















