Aku kembali ke cubicalku untuk meneruskan pekerjaanku, namun bagaimanapun aku tidak bisa berkonsentrasi dengan baik lagi karena masih terbayang-bayang kejadian di ruang Pak Hendro tadi, selangkanganku terasa sangat basah.“Devi…Devi…come on, you must finish this one!” aku menyemangati diriku sendiri sambil meminum kopi dari gelasku.Susah payah aku menghimpun lagi konsentrasiku dan mulai kembali memasuki dunia angka-angka pada daftar rekap di meja kerjaku. Setelah gelombang tersebut reda,
keduanya terduduk lemas di sofa dekat situ. Link Bokep Jarinya membuka resleting rokku lalu menariknya hingga lepas bersamaan dengan celana dalamku. karena posisi tubuhku yang mirip posisi anjing, sementara semburan AC tepat di depan mukaku. Aku mulai mengerang nikmat.“Emmh.. Aku baru kembali dari toilet untuk buang air kecil, ketika hendak kembali ke cubicalku melewati ruangannya Pak Hendro, direktur bagian pemasaran,sekonyong-konyong aku mendengar ada suara seperti orang terengah-engah.Didorong rasa penasaran akhirnya kutelusuri asal suara itu, kudekati ruang Pak Hendro, jendelanya sudah tertutup oleh tirai.




















