“Oya maaf. Bokep Indo Terbaru Bibi..”, Aku memanggil pembantuku.Pembantuku datang dengan lari–lari kecil dan menyahut panggilanku.“Ada apa bu?”
“Bibi sekarang ke pasar beli buah buat persediaan anak–anak”, perintahku.Kebetulan buah–buahan yang dikulkas telah habis.“Tapi bu, saya sedang masak”, bantah pembantuku. “Maaf mbak bu Ida ada?”, tanya seorang tamu tadi. Apa masih perlu syarat lagi untuk ditilang?”, kataku sedikit menyindir. Napasku terengah engah tanda napsuku mulai naik. “Iya mang napa?”, tanyaku kembali.Ku akui rumah kami memang besar bertingkat, kamar tidur ada 6, diatas dua dibawah tiga dan satu kamar pembantu. “Iya bu, terimakasih”, jawabnya.Kami pun menikmati teh yang dibuat oleh pembantuku. “Saya mohon jangan panggil pak dong, panggil nama saja”, jawabnya. “Terimakasih ya, tapi Randi jangan memuji terus, karena tidak enak aja kedengaranya”, jawabku halus. Untuk kamar atas khusus kamar aku dan suamiku dan satu kamar atas untuk kamar tamu.




















