Dan sore itu aqu pulang kerumah dgn perasaan yg tak menentu antara malu, takjub dan taqut. Tanganku tertahan oleh tangan Mukidi yg kekar,
‘lepaskan’, kataqu, tetapi Mukidi yg sudah kesetanan itu tak mendengarkanku, dia malah memutar
tangan kananku ke belakang badanku dgn paksa, tangannya yg lain menahan tangan kiriku didinding.Aqu terjebak, tenaganya kuat sekali, badanku seperti terkunci dan tak bisa bergerak,
‘pak Mukidi jangan…sakit..lepaskan’, kataqu memohon dgn suara memelas. Bokep Tante Belom
hilang rasa kagetku, Mukidi menekan badanku merapat kedinding, aqu merasakan benda kenyal dan
keras mengesek dan menabrak bokongku.‘Aduuh bokong bu Diana montok banget’, katanya meremas remas bokongku. Aqu sangat taqut, ketika merasa ada benda yg keras kenyal menabrak bokongku. Tak lama aqu merasa hampir tiba di ujung kenikmatan itu, tetapi tiba-tiba,
‘braaak’, pintu kamar mandi tiba tiba terbuka. ototnya begitu keakar, belom lagi ada tonjolan yg menggelembung di antara pahanya. Dan sore itu aqu pulang kerumah dgn perasaan yg tak menentu antara malu, takjub dan taqut.




















