Lalu dibisikkannya sebuah nama di telingaku, “Edo…” Mataku terbelalak, hmmm, aku ingat Edo, pria macho yang seminggu lampau dikenalkan padaku.Singkat kata, kuiyakan saja ajakan threesome itu, itung-itung pengalaman baru untuk memuaskan rasa penasaranku, apalagi aku sudah 2 bulan tak tersentuh seks, karena suamiku masih di luar negeri. Aku menyaksikannya sambil mengatur deru nafasku yang masih memburu. Bokep Japan tak sedikit pun rasa iri dan cemburu, malah bangga bisa disetubuhi oleh lelaki seperkasa Edo itu… Begitu perkasanya Edo, sehingga tiba-tiba Sherly memekik kecil dan rebah menutupi tubuh Edo sambil memeluknya erat-erat. Wuuaahhh, belum pernah gairah yang begitu sensual membuncah seperti kejutan listrik ribuan volt yang membuatku langsung tumbang berkelejotan… Dengan tubuh terbaring lemas, kurasakan penis Edo keluar dari liang vaginaku masih dalam keadaan tegang dan segera ditancapkannya di vagina Sherly. Tanpa dikomando, kami segera membalikkan badan dan mengelamuti air mani yang masih bermunculan dari lubang kecil di kepala penis Edo.




















