Swaminya, Berto, justru menjadikannya seseperti seorang gundik murahan. Bokep Japan Aqu meninggalkan mereka di ruang tamu, Mas Berto kulihat menyerahkan amplop coklat. Bahkan sampai larut malam dan dalam kondisi mabuk.Pernah sewaktu kutanyakan, kemana saja kalo pulang terlambat. Kusahut aqu ingin minum coca-cola, tetapi jawabnya minuman itu tak ada sekarang ini di kamarnya, kemudian dia mengeluarkan sebotol sampagne dari kulkas dan menuangkannya sedikit sekitar setengah sloki, kemudian disuguhkannya kepadaqu,“Ini bisa menghilangkan sedikit rasa gugup yg kamu rasakan sekarang ini, dan bisa juga membuat badanmu sedikit hangat. Aqu menyadari Mas Berto sedang suntuk, jadi lebih baik aqu menahan diri sehingga tak menimbulkan masalah baru. Aqu enggan mengikuti keinginan swamiku ini, tetapi aqu juga harus memikirkan keselamatan keluarga, terutama keselamatan swamiku. Tetapi jika kalah aqu harus rela melayani kawan-kawan swamiku yg menang judi. Mungkin sesudah ini ia akan kapok berjudi lagi pikirku.Sore hari sesudah pulang kerja, Mas Berto menyuruhku berhias diri dan sesudah itu kami berangkat menuju tempat yg dijanjikan sebelumnya, ternyata Mas Berto mengantarku ke




















