Seperti biasanya rombongan berangkat menuju ke sasaran melalui jalan setapak. Bokep Mom Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Kami sepakat untuk menjodohkan anak kami kelak, jika Tuhan mengijinkannya. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu. Tak rela rasanya aku kehilangan Anisa. “Terang dingin , habis kamu bugil begini” jawabku. kan belum kawin ?” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Anisa mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia ” keluar”, dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul yang “keluar” dan oh,,,,oh…oh….muncratlah air maniku dilubang ‘Ms. Romantis sekali tempat kami itu. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat. Kami tersesat di tengah hutan lebat.Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. Jika aku tak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun,




















