Rasa malu semakin timbul dalam diriku. Bokep Tobrut Kalau masuk ketuk dulu napa,” protesku sembari mengikat handukku betul-betul agar tidak lepas.“Hihi… maaf deh. Namun aslinya jantungku sangat berdebar. Lupakan aja,” kataku dengan cuek.“Tapi jujur aja, punya kamu gede juga loh, hihihi…”Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan tanteku ini. Kemudian aku ke kamar mandi dan melepas handukku. Aku bisa berjalan ke kamar mandi secara mandiri walau harus tertatih-tatih. Namun saat aku akan naik ke tangga, aku melihat tanteku itu yang sedang melangsungkan_video call_dengan pamanku.“Eh, ada Lukas tuh. Toh nanti di depan kamera, bagian kakiku gak bakal kesorot kok.Setelah memastikan bagian atas diriku sudah rapi dan bersih, aku menyalakan laptopku. Nanti aku kasih balsem aja.”“Kalau perlu, minta aja bantuan sama tantemu. Sepiring nasi dengan ikan saus padang dan juga sambal rica-rica.“Lukas, maafin Tante ya soal yang tadi,” ucapnya di tengah makan kami.“Gak apa kok, Tan.




















