Ternyata Kiko ada akal lain, diseretnya tanganku menuju ke WC lalu berdua kami masuk ke dalam salah satu bilik. Bokep Montok Memang tujuan kamike WC bukan sekedar pipis. Tetapi dasar beruntung, tiga hari kemudian kami bertemu di warung ramen (mie kuah) ketika saatnya lunchbreak. Itu cukong loser! Maklum pemabuk horny.Lama juga, akhirnya saya sampai ke Kiko. Terkena perubahan suhu begitu, si Jendral langsung code red. Bagi para feminist, saya akui malam itu saya amat tidak gentleman. Tidak tahunya, besok pagi saya muntah darah. Jum’at malam saya kebetulan pulang dari proyek di Kyoto. Sejenak saya berpikir ada yang kurang, oh ya, saya belum minum. Kiko tampak memegang gelas. Dari kejauhan tampak bangunan putih menjulang, saya sudah semakin dekat.Swatchku menunjukkan jam 8.15 PM. Dari kerlingannya ketika beranjak keluar warung, ketahuan suster ini hot juga. Paha kami saling mengapit sambil bergoyang funk (itu lho musik negro 70-an). Saya mengangguk saja. Pesan saya: Jangan bepergian tanpa asuransi.Bukan Jay kalau tidak sempat ngelaba, kebetulan susternya cantik, setelah kulihat




















