“Iihh… nakal…” sahutku sambil kembali mencubit pipinya. Bokeb kemudian jemari kedua tangannya merayap ke belakang kebelahan bokongku yang bulat. “Ines, percayalah, apa aku perlu bersumpah sayang, kita memang masih baru beberapa hari kenal sayang tapi percayalah yakinlah sayang kalau Tuhan menghendaki kita pasti selalu bersama sayang”, rayunya lagi. Aku memekik kecil dan mengeluh lirih, kupejamkan mataku rapat-rapat, sementara wajahku nampak sedikit berkeringat.Dia meraih kepalaku dalam pelukannya dengan tangan kiri dan dia mencium rambutku. Lalu dia mendorong kontolnya lebih dalam. Rupanya dia gak mau ngecret karena aku kocok makanya dia bilang pejunya mau keluar.Dia meraih tubuhku yang berada di sampingnya dan dipeluknya dengan gemas, aku menggelinjang saat dia merapatkan badannya ke tubuhku sehingga toketku yang bundar montok menekan dadanya yang bidang. kedua tanganku dibimbingnya ke arah selangkangannya, namun kedua mataku masih kupejamkan rapat.




















