Dia tersenyum-senyum. Bokep Tobrut Namun Lidya malah menaruh hati padaku. Dia masih melingkarkan tangannya ke leherku. Padahal aku sudaH punya mobil. Tante Amanda dan Oom Joko juga berpakaian seperti mau pesta. Namun nampaknya Lidya masih belum puas. Dan aku menurut saja saat dimintanya berbaring. Entah kenapa, tiba-tiba saja dadaku berdebar menggemuruh Dan ada suatu perasaan aneh yg tiba-tiba saja menyelinap di dalam hatiku.Sesuatu yg sama sekali aku tak tahu apa namanya, Bahkan seumur hidup, belum pernah merasakannya. Anehnya, hampir semua kawan mengatakan kalo aku sudah pacaran dgn Lidya, Padahal aku merasa tak pernah pacaran dgnnya. Dia menarik tanganku dan menaruh di atas pahanya yg tersingkap Cukup lebar. Seakan-akan dia tak percaya dgn apa yg ada di depan matanya. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, meski umurku sudah cukup dewasa.Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indira menikah. Sementara perasaan hatiku semakin tak menentu. Membuat dadaku jadi berbunga dan padat seperti mau meledak.




















