Saya mengangguk saja. Di tangannya terselip sebatang rokok putih, wah sexy sekali. Bokep Setelah memasukkan koin 100 yen, langsung saya kunci. Akhirnya kami langsung saja jalan sepanjang Arcade Shinshaibashi sambil bercengkerama, saya dengan bahasa Jepang pas-pasan saya dan Makiko dengan inggris terbata-bata. Para CBL tadi tampak kecewa tetapi tidak berani menentangku. Saya kira-kira baru 2 bulan tinggal di Osaka. “Iie, daijobu des yo!” jawabnya memaafkanku. Kalau saya cukup booze and pot plus cewek yang nyantol sendiri. Saat ini, saya mau menceritakan tentang perawat. Kami lalu menuju ke barisan locker, karena saya mulai kepanasan memakai jas terus. Untung karena hitam jadi tidak terlalu kelihatan. Saat ini, saya mau menceritakan tentang perawat. Ternyata dia suka berlibur ke Kuta. Setelah itu saya ngeloyor turun ke bawah. Orang Jepang bila belum kenal terkesan sombong, namun bila sudah kenal ramahnya luar biasa. Rupanya dia memadukan rok bawahan seragamnya dengan blazer ketat putih juga, sampai belahan dadanya nampak menonjol karena terlalu ketat.




















