Aku masih jauh dari garis alkoholik. Vidio Bokep Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Aku duduk. “Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia. Jam 6 pagi aku meninggalkan rumahnya. Dengan mengenakan daster pendek jauh di atas lutut model tank top. Itu saja. Sangat berbeda dengan ketika kukenal ia 2 tahun yang lalu. Sudah lama sebenarnya aku bosan dengannnya. Malah sebenarnya aku hanyalah Social Drinker yang hanya kebetulan agak terlalu social semalam. Tidak dapat dipungkiri.3 kali kami melakukannya malam itu. Malah sebenarnya aku hanyalah Social Drinker yang hanya kebetulan agak terlalu social semalam. “Silahkan duduk Den.”
Aku duduk di ruang tamu. “Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di interkom. Sambil dia maju-mundur, penisku seperti diremas-remas, dikocok-kocok, dipelintir-pelintir.Sepuluh menit kami berada dalam posisi seperti itu. Sampai akhirnya Felly keluar dari kamarnya. Di Carport.




















