Dengan penuh rencana, saya berjalan memasuki rumah besar itu. Tetapi itu memang kenyataannya. Film Porno “Kamu mau Mbak kasih tahu nggak caranya Papa sama Mama kamu bikin kamu dulu?”
“Memangnya Mbak Gina tahu?” tanya sang bocah keheranan. Nih coba pegang!” kata saya sambil menarik tangan Ricky ke arah payudara saya.Tangan saya membimbing tangan Ricky yang mungil menjelajahi payudara saya. “Bukan, bukan! Coba kamu berbaring.”Ricky segera berbaring di atas sofa, dan saya naik di atasnya. Mbak cantik apa nggak?”
“Ngg… Mbak cantik sekali, seperti yang ada di majalahnya Mas Aria.”Saya tersenyum senang mendengar jawabannya yang polos. Tumben sudah lama nggak main ke sini?”
“Ah, Rick, selama ini Mbak sibuk sekali, jadi nggak sempat main ke rumah kamu”, kata saya kepada bocah kecil berusia sepuluh tahun itu, lalu duduk di kursi sofa di ruang tamu itu. Mbak cantik apa nggak?”
“Ngg… Mbak cantik sekali, seperti yang ada di majalahnya Mas Aria.”Saya tersenyum senang mendengar jawabannya yang polos.




















