“Yeehaaaaa”, teriak Zenit memandangi Minoru yang sedang menari dengan kakunya.Aku duduk di ranjang juga menonton adegan tersebut, Minoru terlihat malu-malu, dia tidak begitu bisa menari, tapi wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang seksi terlihat dia benar-benar seperti artis layaknya personil AKB48.“Lepaskan pakaianmu perlahan!!!”, perintahku minta Minoru memtelanjangi tubuhnya sambil menari. Minoru ketakutan, dia pelan-pelan bergerak. Bokep Family Aku bangkit dan merapikan handycam yang sedari merekam aksi kami, tidak begitu panjang tapi sudah sedikit memuaskan.Aku kembali ke ranjang dan beristirahat hingga besoknya Zenit terbangun dan tidak menyadari apa yang telah ku perbuat semalam. “Hisap!!!”, perintahku minta Minoru menyepongkan kontolku. Aku tahu Zenit ingin menyerahkan Minoru kepadaku ketika dia tidak di sini lagi, video yang sedang kurekam ini bisa jadi ancaman untuk terus mengikat Minoru.“Hiks hiks hiks…”, Minoru menangis sambil melucuti pakaian dalamnya sendiri.




















