Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas. Paling tdk aq dapat melihat leher yg basah keringat karena kepayahan memijat. Bokep Jilbab/Hijab Hitam. Aq harus, harus, harus..! Wanita setengah baya itu merenggangkan bibirnya, ia terengahengah, ia menikmati dengan mata terpejam.Mbak Iin telepon.., suara wanita muda dari ruang sebelah menyalak, seperti bel dalam pertarungan tinju.Mbak Iin merapihkan pakaiannya lalu pergi menjawab telepon.Ngapaian sih di situ..? Lalu ia kembali memijat pangkal pahaku. Ayo. Aq menggelepar.Sst..! Ah.., selangkanganku disentuh lagi, diremas, lalu ia menjamah betisku, dan selesai.Ia berlalu ke ruangan sebelah setelah membereskan cream. Jendela kubuka. Kalau potong rambut ya masuk ke tukang pangkas di pasar. Satu dua, satu dua. Ia tersenyum. katanya lagi seperti iri pada Iin.Aq mengambil pakaianku. Suara yg kukenal, itu kan suara yg meminta aq menutup kaca angkot. Ini kesempatan kedua. Aq berhasil.Ini.., kutunjuk pangkal pahaku.Besok saja Sayang..! kataku.Iya ituYa ampun, aq membayangkan suara itu berbisik di telingaku di atas tempat tidur yg putih.




















