Blouse serta rok hitam yang agak menggantung sedikit di atas lutut merupakan pakaian favoritnya.Jika sedang berada di ruang kerjanya, diam-diam aku sering memandang lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder yang terletak di belakangnya. Ada kelembutan yang memancar dari bola matanya yang menatap sendu.“Bayu.”“Hmmm….?…”“Tatap mataku,, Bay..”Aku menatap bola matanya.“Jilat cairan yg tersisa sampai bersih..”“Hmmm..” jawabku sambil mulai menjilati kemaluannya.“Jangan menunduk, Bay. Bokep STW Bu Lia terkejut sejenak, lalu ia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku. Sambil tetap mengelus betisnya, kuluruskan kaki yg menekuk itu. Bu Lia menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku. Tercium aroma segar yang membuatku menjadi semakin terangsang.Aroma yg memaksaku terperangkap di antara kedua belah paha Bu Lia. Tak peduli dengan etika, norma-norma bercinta yang sakral dalam percintaan.Aku hanya peduli dengan kedua paha mulus yang akan menjepit leherku, jari-jari tangan lentik yang akan menjambak rambutku, telapak tangan yang akan menekan bagian belakang kepalaku, aroma semerbak yang akan menerobos hidung serta memenuhi




















