Rasanya nikmat sekali. Berkata jorok memang sering kami saling lakukan tetetapi hanya sebatas bicara saja. Bokep Tobrut Kupermainkan toketnya, saya pencet, menjadikan Endar terdiam seribu bahasa tetetapi nafasnya semakin cepat. Walaupun masih dengan ragu-ragu ia tetap memegang kemaluanku.Didorong ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah. Bulu-bulu yang sudah rapih memenuhi lagi sekitar kemaluanku, segera terlihat dengan jelas.“Nah, begitu khan lebih oke…” katanya.“Aku kapok En, nggak mau nyukur plontos lagi.”“Kenapa Mas..?”“Waktu mau numbuh. Kemudian kami pun berpisah dan saya harus kuliah di luar kota sedangkan Endar juga berkuliah di kota lain. Namun Endar segera terkejut, dan melepaskan diri dariku. Yang ada hanyalah secarik kertas menutupi kemaluanku dengan tulisan, “YOU ARE THE GREAT”.Sejak saat itu, kami selalu melakukannya secara rutin dua minggu sekali, paling lama sebulan sekali. Apalagi Endar juga menanggapinya, dengan perkataan yang tak kalah joroknya. Uh, rasanya enak sekali.“Udah bersih juga Mas…” ia mengulanginya.Katanya datar saja. Begitu pula ketika kulepas pakaianku.




















