“Yaa… saya kan alim Mbak… he3x…”
“Ha3x…. Bokep Cina bukan sama Mama Lela… sumpah!” seruku berkilah. “Ya… saya bisa memberikan sentuhan dan kepuasan yang lebih buat Mbak daripada yang diberikan Bapak…”, kataku persuatif. Wajahnya yang mesum tampak manja. Sebelum menemani anaknya tidur, Mama Winda masuk kamarnya untuk bertukar pakaian tidur baru kemudian masuk kamar anaknya. Karena belum tahu kalau aku datang, Mama Winda keluar kamar mandi dengan santainya hanya berbalut handuk yang hanya “aspel” – asal tempel. Setelah anaknya tidur, Mama Winda keluar kamar dengan kostum tidurnya yang sama sekali berbeda dengan kostumnya tadi sore. “Kapan-kapan pakai kondom ya…. Dadaku berdegup kencang, birahiku langsung naik ke ubun-ubun. Bagaimana kisahnya? “Mbak… saya semprot di dalam ya?..” tanyaku basa-basi. Birahiku langsung “watering down”… layu sebelum berkembang. Sesudah mandi aku menonton TV bersama Mama Winda dan adik tiriku.




















