mengingat dari bilik lesehan ini bisa saja tiba-tiba kepala kami menonjol dari bilik dan mencurigakan bagi si pemilik warles.“ahh. “kenapa sayang? Bokepindo semua sudah terlambat, dia memeluk erat tubuhku dan kehangatan itupun kurasakan sangat dalam ..“udahh gini aja sayang?” kataku sambil kode kode tambah ronde
“iya nanti kamu pulang ngampus lagi aja kita ke hotel, ujannya udah mau reda ini” jawabnya santai.Seusai itu kami langsung bergegas membersihkan sisa cairan kenikmatan kami, entah tadinya ada orang datang atau tidak kamipun tak tau pasti. Sudah setengah jam sudah aku dan dia berkeliling kota sekedar mencari tempat chit-chat sejoli yang dirundung kerinduan bercampur hasrat mendalam. disini? “ya cepet-cepet udahan ntar, nggak ada yg dateng kan lagi ujan deres, ayolah sayangg aku pengen” jawabnya terengah-engah setengah manja dengan posisi setengah miring aku turunkan celana jeans hitamku dan menunggingkan sedikit belahan pantatku untuk memberi jalan Pnya menjelajahi bibir bawahku yang basah dibuatnya dan “cluppp… !.”“akhh.. Tapi siapa pikir?! Kamipun harus pindah ke bilik pojok sebelah jalan masuk ke




















