Kalau tidak pasti aku sudah muntah mendengar kata-katanya itu. Bokep Jilbab/Hijab Tetapi aku tidak pernah mengeluh. Aku meninggalkan mereka di ruang tamu, Mas Aryo kulihat menyerahkan amplop coklat. Sampai saat ini kejadian ini tetap masih berulang. Tetapi aku tidak pernah mengeluh. Atau pulang dengan membawa oleh-oleh untuk aku dan Rizal anak kami.Setiap kali aku menyinggung aktivitasnya, Mas Anggi berusaha menghindari. Aku menyadari Mas Anggi sedang suntuk, jadi lebih baik aku menahan diri. Bahkan sampai larut malam. Dia hanya menjawab “Aku mencari penghasilan tambahan Ric”, jawabnya singkat.Mas Anggi makin sering pulang larut malam, bahkan pernah satu kali dia pulang dengan mulut berbau alkohol, jalannya agak sempoyongan, rupanya dia mabuk. Beberapa menit aku rebahan di atas ranjang membuatku mulai bisa menghilangkan rasa pening di kepalaku. Oh sampai kapankah penderitaan ini akan berakhir.




















