Reaksinya di luar dugaan, bahkan kali ini tidak ketinggalan, pantatnya pun ikut diangkat.“Rull.. Vidio Bokep Zus..” teriaknya langsung ke pemilik salon.“Ada apa Bu?” jawab pemilik salon itu.“Boleh nggak kapan-kapan aku cucinya di rumah saja. Aku tidak boleh putus asa, aku harus melanjutkan sekolah sampai mendapat gelar sarjana, tekadku sudah bulat. Lama aku mengkhayal, dan akhirnya aku pun tertidur pulas.Pagi harinya, sesampainya aku di salon, bossku menyampaikan pesan telepon dari ibu pejabat kemarin, katanya dia minta untuk dicuci rambutnya di rumah mengingat dia tidak ada kendaraan untuk jalan ke salon. Hal ini terlihat dengan tonjolan dari puting susunya. Oooh, namanya Tia, baru tahu aku.“I.. aku.. Ibu Tia diam, bahkan reaksinya di luar dugaanku. Jari tengahku mencari lembahnya, kemudian terus aku sentuh klitorisnya.“Aduh Rull.. Aku memandanginya sambil tanganku sedikit memberikan pijitan-pijitan kecil di kepalanya, setelah proses pencucian rambut selesai.




















