Lenny terus menerus tersenyum senyum ketika ia menceritakan betapa cantik cantiknya para calon sekretaris yang melamar dan pasti aku akan bingung untuk memilihnya. Mendengar itu Hesti baru berani menjawab, ” Ya kadang kadang omong omong, kadang kadang juga yang lainnya Pak!” “Yang lainnya bagaimana?” kejarku, Hesti tak menjawab tetapi hanya senyum saja. Bokep Family Ratih yang diduga Lenny perawan ternyata juga sudah tak perawan, justru cewek satu ini yang berani terang terangan mengajak aku untuk main tetapi aku ragu ragu karena aku hanya mau main dengan calon pegawai yang betul betul akan kuterima saja, yang lainnya cukup main main saja.Kesabaran dan ketahananku akhirnya berbuah juga, ketika calon sekretarisku yang bernama Wulan masuk, aku merasakan kalau inilah cewek yang tepat untuk mendampingi Lenny sebagai sekretaris, mataku dengan tak sungkan sungkan melahap wajah dan tubuh Wulan yang tinggi besar itu. Aku tersenyum sambil membetulkan dudukku, “Apakah Hesti sudah punya pacar ?” Hesti tersenyum dan menganggukkan kepalanya.




















