Susi menyambutku dengan senyum penuh rasa sayang, ku rebahkan tubuhku disampingnya. Bokep rusia Matahari mulai menampakan diri di ufuk timur, kuputuskan untuk keluar dari kamar ku untuk membuat secangkir kopi di dapur. “Sus.,,gue mau,..minta maaf,..kalo gue udah kasar sama lo sejak kita nikah, padahal lo juga nggak tahu apa-apa kan? Entar masuk angin loh” suara Susi terdengar di pagi hari saat ku coba untuk mengumpulkan nyawa,
“nggak apa-apa,…….kalo gue tidur ama lo, entar kesannya gimana gitu” kataku sambil mengusap mata
“gue buatin kopi mau nggak?” tanya Susi
“nggak, nggak usah gue bisa buat sendiri kok” jawabku
“udah, nih…” ujar Susi sambil menyodorkan secangkir kopi kepadaku, setelah itu dia duduk tepat disampingku, sangat dekat hingga paha kami berdua bersentuhan. “beb,…bangun ih nggak ngantor kamu?” tanya Susi sambil menjepit hidungku. 15 menit kuserang kedua payudaranya, hanya suara desahan yg keluar dari bibir manis Susi,..saat tubuh Susi mengelijang hebat, kurasakan ada cairan membasahi celanaku.,
“Sus,..celana lo basah.,,” ujarku, ku biarkan dadanya basah dan kutatap wajahnya yg sangat manis.




















