Meskipun aku tahu bahwa rangsangan rangsangan diseluruh tubuhku ini juga sangat berperan dalam mengembalikan semangat juangku untuk memenangkan pertarungan ini. “Aihh..” dalam keterkejutannya, Sri berseru. Bokeb “Koswara”, kulihat nama di layar, dan aku gembira sekali dibuatnya. Kami berguling ke jok belakang dan kemudian aku menaikkan sandaran jok depan kembali seperti semula sehingga ruangan di kabin belakang mobilku terasa agak luas.Kubaringkan Mina di jok belakang sambil aku menikmati kelembutan, kekenyalan, dan kehangatan buah dadanya dengan mulutku. Tapi aku maklum, karena memang jalanan yang sedang kami lalui adalah tanjakan yang cukup curam yang kurang menguntungkan Lancer-ku, sedangkan bagi BMW-nya Koswara, jalan seperti ini merupakan makanan empuk. Lancer-ku memang hebat akselerasinya, dan ini membuatku berani melepaskan tanganku dari tongkat persneling untuk meraba-raba dan meremas-remas payudara Mina yang memang indah itu dengan tangan kiriku sementara Mina semakin mendekatkan tubuhnya kepadaku dan mulai membuka ritsleting celanaku. “Tentang apa, Kang?” matanya dengan nakal mengerling ke arahku. Kami saling pandang dan mengangguk, tanda dimulainya pertarungan!




















