Kusambut tatapannya dengan dingin.“Mmmffh.., mmhhh…”, tampak Ana menahan sensasinya. Sari mengangguk geli sambil ngeloyor membuat kopi.Begitulah, sedikit bahasa kami saat di udara sana. Bokep India “Ana.., kalo Mas?”
“Nanti di telepon aja, dinding-dinding sini bertelinga”, kataku sok gentle.Kuterima kunci kamar yang ia sorongkan, tak luput aku pegang tanganya yang menjulurkan kunci. Maklum Tarakan adalah kampung halaman istrinya. Keduanya tampak indah selama perjalanan kerja lima hari ini. “Teh ama kopinya bener…”
“Susunya?”
“Heh.., heh..”, sahutku nakal. Sebuah pantai penghasil minyak yang cukup mungil namun tampak jelas di ujung kanan atas pulau Kalimantan. Kubalik posisi hingga kini Ana berada di atasku. Dalam satu kesempatan yang tak terhitung lagi, meledaklah kedua puncak birahi kita secara bersamaan, berisiknya sudah tak terkira lalu hening. “Aduh, kayaknya captain ke rokum mertokatnya tuh..”
“Berarti ?”
“Yah, kalian pesen aja dari kamar, kan kita baru hari pertama di sini…”
“Iya Mas mana cape lagi”, katanya.




















