Lalu, dia tinggal menguasaimu saja..”mataku mendelik: “mesakake banget (kasihan sekali) kowe Nduk..” si Suminem tampak sekok (shock) berat mendengar ucapanku yang meluncur seperti senapan mesin itu: “terus bagaimana Mbah, tolong saya Mbah..” katanya seperti orang setengah sadar.Aku menghela napas panjang, menggeleng-gelengkan kepala: “berat, Nduk. Aku berguling ke samping, kulihat Suminem tetap telentang dengan mata tertutup. Bokep Jepang Sekarang suaraku berubah penuh wibawa: “sekarang, untuk menghilangkan ilmu hitam itu, kamu harus nglakoni persis sama dengan mimpimu itu” kataku: “buka bajumu, Nduk”. Untunglah semua sudah berakhir.”
Dia mengangguk, wajahnya tetap menunduk: “matur nuwun, Mbah.” Katanya: “Berapa saya harus bayar Mbah?” aku tergelak: “wis, wis, bocah ayu, Mbah nggak minta bayaran kok. Kukedip-kedipkan mataku, dan berkali kali aku menarik napas dalam-dalam untuk mengontrol nafsuku. Yang penting duit masuk terus, jauh lebih besar daripada gajiku saat masih bekerja di pabrik sepatu. Sini gih. saakiit Mbah..” aku cepat-cepat melumat bibirnya, agar teriakannya tidak berkembang menjadi raungan..Sekarang dengan cepat dan akhli aku menekan kemaluanku, sekalian saja sakitnya pikirku.




















