Kami berempat pun segera berjalan ke rumah dekat gerbang perumahan itu. Bokepindo Waktu gue tarik keluar empat jari gue yang basah lendir dan darah, cewek itu jatuh melorot sambil terus menangis. Tiap pagi, gue lewat depan rumah itu. Lalu cewek-cewek yang masih menggeliat kesakitan itu, kita ‘pigura’ dengan tangan terikat di frame atas, kaki di frame bawah. Nggak lama dia ngecrot di dalam memek Yani. Tapi temen gue itu nekad terus nyodok-nyodok memek yang legit itu. Yani mengerang lagi waktu gue gerakin telunjuk gue berputar-putar supaya lobang kecil itu jadi lebar. Gue buka pintu belakang mobil. Langsung saja gue telepon Yani malem itu. Tanpa banyak bicara, dia terus mendorong Poppy yang menangis sambil duduk bersimpuh sehingga jatuh terlentang. Biar gampang, sama temen gue tadi, gue gotong cewek itu dan gue lempar ke lantai garasi.




















