Uhh! Bokep Montok Melanggar apa yg telah selama ini mami pesankan kepadaku. Beberapa detik kemudian aku tersentak kaget ketika kurasakan sentuhan sebuah benda basah menyapu secara vertical selangkanganku dari bagian bawah ke bagian atas.“Oughhhhh!” rintihku mengelinjang oleh rasa geli bercampur dengan nikmat yg langsung menyengat selangkanganku saat itu.Kepalaku terangkat dan mataku yg tadinya terpejam membuka lebar lalu berotasi memandang ke arah sumber nikmat tersebut.“Maangggg itu kannn bekas Monicaa pipisss!” pekikku dalam nikmat bercampur malu setelah tahu apa yg tengah ia lakukan di bawah situ.Tetapi mang Narko tetap asyik melumati memekku tanpa rasa jijik. Akupun mengangguk.“Kalau begitu non rebahan aja di kasur. Jika tdk aku pasti bersuara seperti malam sebelumnya. Perlahan rasa enak itu pergi berganti dengan kenyamanan. Jika aku masih ingin tetap PERAWAN! Mami pernah bilang Monica harus menjaga keperawanan Monica sampai menikah kelak”
“Oalah! “Lagi ahh!” ujar mang Narko langsung menjejalkan k0ntolnya kembali. Eh Kok mbak bisa tahu?”
“La iya tahu.




















