Sungguh kejam diriku, aku pun tidak berani membalas smsnya. Bokep Jepang Oh……”, Anti terus mendesah keenakan,
“Asyyiii…iikk…..”, desahannya memacu nafsuku semakin bergejolak,
“Nikmatkan Anti?” tanyaku. Gawat pikirku, Anti pasti akan berubah pikiran melihat ini.“Anti… Sayang ma aku gak?…”, tanyaku agar Anti tidak terbawa perasaan takutnya. Aku telah mempersiapkan kondom untuk menidurinya. “Loh, cewek tadi belum datang bayar hutang Din?”, tanya Syamsul. Membaca sms itu aku langsung meneteskan air mata. Rumah dua lantai yang kutemui, aku pun mengetuk pintu, dan keluarlah seorang ibu-ibu menggunakan kerudung,
“Cari siapa yah?”, tanya ibu itu.“Apa benar ini rumahnya ranti?”, tanyaku.“Iya, ini siapa?”, ibu itu bertanya seolah takut dengan penampilanku yang menyeramkan. Aku pun pasrah menunggu balasan sms-nya yang kian tak kunjung tiba. “Apes deh…”, kataku.Tidak apalah pikirku, anggap saja buang sial, aku bayarkan dengan uangku terlebih dahulu. Setelah ranti datang dan masuk ke kamar, ribuan serangan rayuan ku gencarkan hingga ia terbuai.Awalnya kami hanya duduk berdekatan di ranjang, hingga berpelukan dan ciuman.




















