“Yang berikutnya… pendatang baru di sini… Miss KIANI!!!”
Semua lampu mendadak dimatikan dan musik berhenti, lalu berganti irama hip-hop dengan lirik menjurus cabul. Lidah si Botak menjalar dari ujung puting ke areola berwarna gelap di sekelilingnya. Bokep Colmek Kembali Kiani menggelengkan kepala, namun kali ini ekspresinya berubah menjadi takut. Ketika dia berbalik badan, tampaklah bahwa di bagian belakang hanya sebaris tipis kain yang menyelip di antara kedua belahan pantatnya yang montok.Penonton bertepuk tangan dan bersuit-suit kegirangan. Lalu satu tangannya berkacak pinggang sementara tangan satunya memberi isyarat, mengacungkan telunjuk lalu menggoyang-goyangkannya. Kiani silau sesaat, lalu membelalak ketika menyadari dia sedang berada dalam satu ruangan yang seluruh dindingnya dipasangi cermin, mirip suatu studio senam atau dansa. Kiani merasakan salah satunya memukul tengkuknya. Sudah cukup ngomongnya,” kata si Jaket Hitam.Dia memungut segumpal kecil kain, yang Kiani kenali. Kerja kerasnya dalam menyidik dan memberantas kejahatan membuat pangkatnya cepat naik dan boleh dibilang memancing rasa iri dari sesama rekannya yang laki-laki.




















