Singkirkan tangan kakak!” perintahnya, tapi Erina tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan Vita.“Aku juga belum pernah melakukannya dengan seorang wanita sebelumnya. Aku mengangguk, masih meraba-raba kemana ini akan berakhir. Bokep Jepang Sejenak dia ragu sebelum akhirnya menggelengkan kepala.“Tapi aku tak bisa membiarkan begitu saja perbuatannya,” jawabnya lirih.“Ayo kita ambil minum dulu,” tawarku. Akhirnya dia menatapku begitu acara makan kita selesai.“Jadi, apakah kita semua baik-baik saja?” nada bicaranya terdengar nervous. Aku mengangguk. Kami bawa serta gelas minuman yang kosong, mengisinya lagi untuk yang terakhir kalinya sebelum bergandengan tangan masuk ke kamar.Lansung saja kami habiskan gelas terakhir kami setelah mengatur suhu shower. Aku gelengkan kepala. Dia terlihat lebih kurang tidur dibandingkan aku, tapi setidaknya dia terlihat jauh lebih tenang dibandingkan kemarin.“Jadi, apa keputusan abang?” tanyanya langsung tanpa basa-basi.




















