Yang membuatku sangat terkejut, ternyata komunitas homoseksual di kota ini jumlahnya lebih banyak daripada yang bisa kuperkirakan, walaupun aku memilih untuk tidak langsung membuka diriku begitu saja kepada semua orang di komunitas ini.Pria pertama yang kutemui adalah seorang pemuda kuliahan semester terakhir yang bekerja paruh waktu disebuah perusahaan swasta. Kami waktu itu cuman temenan aja. Vidio Bokep “A-aku..” aku tidak bisa memberikan alasan. Beberapa kali di kamar kostku, di toilet restoran tempat kami singgah untuk makan malam, di closed-cyber yang biasa kami kunjungi. Cerita ‘Am I A Gay?’, cerita ini serta cerita-cerita berikutnya yang bertema ‘Season’ akan merupakan cerita lepas yang bersambung). Fung lebih merapatkan dirinya kepadaku, menekankan kejantanannya yang sudah sekeras baja ke perutku. Entah itu sekadar jalan-jalan, window shopping, internet surfing, makan bareng, atau bahkan berolahraga berdua diakhir minggu. Bibir kami saling menjepit dan mengulum. Bibirnya terasa basah dan hangat. Dia menghargaiku, dan aku menyukainya. Dan, bagaimanapun juga karena pengalaman itu merupakan pengenalan pertamaku kepada seksualitas, menjadi sangat membekas didalam diriku.Selama




















