Kuhirup susu segar itu langsung dari pabriknya, belum pernah lagi aku merasakan hal ini, wah asyik sekali. aku masuk rumah mengikuti dewi dan duduk di bangku kayu. Bokepindo beberapa manit kemudian muncul seorang perempuan lagi sambil menggendong seorang anak yang katanya berumur 13 bulan, dan mengenalkan diri sebagai Ina, adik dewi. kugendong tubuh dewi ke ranjang dan kuletakkan di sudutnya. “aku ganti dimana nih?” aku bertanya. Hanya kami bertiga yang masih bertengger di pos ojek sambil main kartu untuk membunuh waktu.Saat itu aku sudah jenuh, dan aku kalah mainnya, aturannya yang menang akan menarik penumpang duluan. Ada dua orang yang datang ke arah kami dan tentulah mereka adalah penumpang. “Aku tidur dulu Bud, capek!, besok pagi bangunkan aku yaa” kata dewi lagi. “iya, kamu habisin juga gak apa-apa, toh anakku sudah bobo sekarang!!?” aku semakin bersemangat. “teruuss yang kencangg Buud”
“ahh ahh uuhh” kutusuk lebih keras, hingga berbunyi “sluugg, sluugg”.




















