Dia kembali menidurkan aku dan terus dia menaikiku.Dipegangnya kembali burungku yang sudah kembali siap menyerang. Ibu mertuaku hanya mengeluarkan desahan-desahan dengan matanya yang merem melek. Bokep Ojol Burungku dipegangnya dan disabuni dengan hati-hati dan lembut.Selesai disabun aku guyur kembali badanku dan sudah itu mengeringkannya dengan handuk. “Iya, emang Ibu mau mandi lagi”? Kubantu dia membersihkan mulutnya yang masih penuh spremaku dengan menggunakan kaosku tadi. Aku makin menggelinjang dibuatnya. “Udah ya.. Kucium bibir Ibu mertuaku pelan dan terus keluar kamar terus mandi lagi.Semenjak hari itu aku sering mengingat kejadian itu. Lho Ibu sendiri gimana” tanyaku kembali. Gerakannya makin cepat dari sebelumnya, dan dia berhenti sambil mendekapku kembali. Aku merinding menahan geli, Ibu mertuaku terus bergerilya menyusuri tubuhku. Aku seorang laki-laki biasa, hobbyku berolah raga, tinggi badanku 178 cm dengan bobot badan 75 kg. Aku benar-benar terbuai dengan kelembutan yang diberikan Ibu mertuaku kepadaku. Badanku menekuk, meliuk dan bergetar-getar menahan gejolak yang tak tahan kurasakan.




















