“Aku… aku kangen Papa,” suara gadis itu terdengar gemetar. Bokep HD Jadi mereka mulai menyusun rencana. Bahkan aku pun tidak tahu? Beginikah perasaanmu sesungguhnya? Ucapan itu sangat pahit dan mengena. “Sial lu, Jay.”
Jay tertawa, mengambil tempat di kursi di depanku, menatapku lekat dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. “Ray…”
Ah! Aku juga seperti dia.Seperti Jay. “Ray, kapan aku bisa mengalahkanmu?” Jay tersenyum pahit. “Chie, sudahlah.”
“Ray, Papa udah nggak ada.”
Kuusap belakang kepalanya, menekan tengkuknya, berusaha melegakannya. Kugigit bibirnya, merasakan kepalanya yang terangkat dan cengkeraman kuku-kukunya di kulit punggungku. “Iya.”
“Sungguh, Ray?” Chie mengangkat kepalanya, senyumnya mengembang di sela air mata yang mengaliri pipinya. Membuatku salah tingkah dengan kegelianku sendiri. “Seorang cowok keren dengan pikiran terbuka?”
“Minimal bule, deh.”
Kurasakan Chie meremas lenganku, memberikan respon atas guyonanku yang nyaris tidak pada tempatnya. Seandainya aku…Surabaya, awal Juni 1999Persiapan ujian benar-benar membuat kami sibuk. Air mata mulai membasahi dadaku yang terbuka. Aku yang pantang bercinta dengan perek dan pelacur. “Chie, jangan!”
Chie mendesah. Tanpa mereka sadari. Kami masih sering berkelana di




















