Ketika itu usiaku sudah 20 tahun.Belakangan, aku merasakan cocok dengan salah seorang teman yang bernama Tony. Aku merasa tertantang untuk mengimbanginya. Sex Bokep Dan aku pun dapat memanfaat uang tersebut hasil menjadi gigolo pemuas nafsu untuk kuliahku. Tipikal yang menjadi temanku adalah mereka yang bergaya hidup wah.Aku cenderung menjauh dari pergaulan yang gaya hidup pas-pasan. Jadi aku dijadikan komoditi arisan seks oleh mereka yang terdiri dari istri pengusaha dan pejabat. Perkenalanku terjadi saat di suatu sore tiba-tiba HP-ku berdering. Setelah puas, baru ia memberiku banyak uang, Dan rasanya itulah rekor bayaranku yang kuterima sebagai gigolo pemuas nafsu. Kehidupanku yang gelamor dan banyak uang, seakan memuluskan jalan untuk berbuat seenaknya.Dari mulai minum-minum di beberapa cafe ataupun bar, menghisap ‘gele’ sampai ‘putaw’. Tidak hanya itu, pergaulanku yang akrab itu belakangan membawaku pada keinginan ‘main’ dengan ABG yang kami booking dari pinggir jalan utama kota kembang ini.Dari semua pengalaman yang tadinya didasari rasa coba-coba dan ingin tahu itu, lama-kelamaan membuatku keranjingan.




















