Dan saat itulah saya merasakan hal terindah dalam hidup saya. Bokep India Saya mendongakkan kepala, merem melek dan mengerang-ngerang. “Nggak usah takut, Von.” katanya sambil melangkah cepat, “Kita aman di daerah sini.”
Saya berusaha untuk tetap tenang, meski di kiri kanan saya melihat pria-pria bertubuh besar sedang mabuk atau teler karena narkoba. Dia dapat berkelakar dalam bahasa Indonesia maupun Inggris dengan sangat lancar, bahkan dengan para waiter di kafe itu, yang baru saja dikenalnya. Saya tersipu malu, menyadari bahwa ‘tongkrongan’ saya memang terkesan tertutup, saya juga pendiam dan tidak banyak bicara. Entah berapa lama Jenny memainkan susu saya, tapi rasanya seperti bertahun-tahun terperangkap dalam rasa nikmat. ah.. Mmm.., puting susu hangat itu terasa lucu dalam mulut saya. Mungkinkah ia telah mencapai cita-citanya? Ia lalu melangkah menghampiri saya dan mengangkat nampan sarapan pagi dari pangkuan saya. Dengan lembut juga ia melepaskan kaitan BH di punggung saya. Sudah tidak ada lagi rasa takut, malu, atau risih di hadapannya, malah saya merasa tidak sabar menanti permainan berikutnya.




















