Maaf tadi Om kejebak macet”. “Yakin bisa nunggu?”. Link Bokep Rido mengangguk. Dibelakang kemudi Om Ridwan melirik ke arah Cinta yang terlihat sibuk mengutak-atik ‘mainan’ barunya. Jauh sekali dari kesan laki-laki mata keranjang yang suka mencicipi gadis-gadis muda. Masih dengan tatapan yang sama, masih dengan ekpresi yang sama. Dimata Cinta yang utama adalah si ‘klien’ bisa memenuhi standar harga yang ditetapkannya, itu saja.“Kamu tunggu sebentar, biar Om nyelesaiin administrasinya dulu”. “Udah lama Cinta pengen punya Tablet PC *** baru, Om bisa beliin?”. Sekilas gadis cantik itu bisa mendengar sang istri menghardik suaminya. Ia pun terus melanjutkan langkahnya menuju resepsionis. Jadi kini bola panas kembali berada di pihak Cinta.“Oke minum dulu jusmu, ntar kita mampir ke *** biar kamu pilih sendiri yang kamu mau”, Om Ridwan menyebut salah satu mall khusus barang-barang elektronik terbesar di kota itu. “Oke Om”.Cinta menutup ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas.




















