Hal yang semula aku lakukan karena terpaksa untuk menyelamatkan martabat orang tuaku ternyata begitu nikmat.Mungkin ini adalah kompensasi yang diberikan Tuhan atas pengorbananku. Bokep Mom Yeahhhhh …. Aku pun bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk memberihkan badanku dari keringatku dan keringat Pak Broto.Setelah itu, aku masuk ke kamar dan rebahan di atas tempat tidur hanya berbalut daster. SAYA JUGA KELUARRRRR…”Pak Broto tertunduk lemas sambil bertopang pada meja batu dengan kedua tangannya. Mulutnya tak henti-hentinya menyedot pentil buah dadaku. AAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH ….. Mungkin aku sempat terlelap di atas meja batu itu, karena begitu aku tersadar tubuhku sudah tertutup kain batik. Teruuuuuss ….” Ujar Pak Broto sambil menggapai buah dadaku dan meremasnya.Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi terus menggerakkan pantatku naik turun sehingga kotol Pak Broto bisa terus bergesekan dengan dinding-dinding dalam memekku. Aku terlalu sibuk menikmati persetubuhan itu dan sesekali aku mengangkat pantatku untuk menyambut tusukan kotol Pak Broto di memekku. Sia-sia sudah semua jerih payah selama masa kuliah dulu.










