Aku jijik dengan diriku ini. Bokeb Pikirku daripada Candra nekad mengupload video itu, lebih baik aku menurutinya saja. Sungguh gawat jika Chandra menyebarkan video itu. Aku sedikit ogah untuk membukanya, namun kembali terbesit ancaman Chandra yang akan mengupload videoku, aku pun terpaksa melihat sms itu. Aku tidak bisa sabar lagi menunggu waktu, sudah cukup lama dia menggenjotku. “Ga!”, jawabku sambil melepaskan tanganku dari penia besarnya.Ia pun tampak cemberut, ia menjawab dengan nada sedikit mengancam, “Ini buat koleksi pribadi! “Hmm, pakai kondom aja deh klo Kiki takut…”, katanya lalu ia bangkit dan mencari kondom di laci mejanya.Antara ketakutan dan sedikit lega, paling tidak Candra tidak bisa menghamiliku jika ia menyemprotkan spermanya di dalam liang vaginaku. Aku tidak punya pilihan lain, aku coba melihat sekitar, kamar Chandra tertutup rapat.“Tenang aja, rahasia lu bakal gue jaga baik-baik…”, kata Chandra sambil membuka resleting celananya dan mengeluarkan penisnya. “Tenang… Santai dulu… Duduk gih…”, katanya sambil menunjuk ke arah kasur.




















