***
“Sudah belasan kali nih… Kembung perut gue minum jus ini… Sampai pusing-pusing…”, kata Karen. Bokep Tangan Karen lunglai, sehingga Fahmi perlu membantunya untuk menggenggam penis Fahmi guna menggocoknya. Karen terlihat lemas berbaring di matras, ia baru sadar bahwa minuman yang ia minum mengandung sesuatu semacam obat bius atau sejenisnya. “Hmm, agak capek sih, mungkin gara-gara capek kali ya?”, jawab Karen. Sedangkan kamera tetap merekam, maju mundur agar mendapatkan sudut yang bagus.Fahmi juga tidak tinggal diam, ia memegang tangan Karen lalu diletakkannya di penisnya. Kamera terus disorot hingga Fahmi dan Guntur mulai melepaskan bra dan celana dalam yang masih dipakai Karen.Karen ingin menolak, namun badannya tidak bisa digerakkan, bagaikan obat bius, dia hanya bisa melihat dan menangis, tanpa bisa berteriak.Terpampang sudah tubuh indah Karen, bukan hanya di depan Fahmi, Guntur, Yesi dan Florensia, melainkan di depan kamera yang entah ke depannya akan ditonton orang banyak atau hanya sekedar privasi saja.Mata Karen mulai meneteskan air mata. “Nih ada bonus tambahan”, kata Florensia sambil memberikan













