Apa pantas saya lalu membiarkan keserampangan seperti ini?”
Pelan-Pelan gua melihat ke arah Ibu Mia. Bokep STW Iya Bu.. Gua udah bener-bener terangsang.. Si Jelek Aldo mana?”
Singkat cerita.. Ibu Mia tersenyum.. Berarti dia dari sekolah lain. Hhghh.. “Iya.. Itulah hasil rekonstruksi pengalaman saya sewaktu SMA.. “Er.. Kita waktu itu bertemu waktu pernikahannya Om John dan Tante Sarah. Pinggulnya masih diletakkan di atas tumpukan baju-bajunya. Splooshh.. Perlahan-Perlahan gua berjalan mendekati Ibu Mia. Dengan cuek gua lalu melengos keluar gedung sekolah. Hgghh..,” nafas dan desah Ibu Mia semakin memburu dan gerakannya pun mulai sedikit menghentak.. Gila apa, belon saatnya gua jadi Babeh beneran! Ohh.. Emang jadi nonton di mana?”, balas gua selagi Ibu Mia ‘lengah’ ke papan tulis. “Saya tidak mau dengar ada yang bisik-bisik ya!”, suara ketus Ibu Mia menggelegar di kelas. “Saya sangat kecewa dengan kalian berempat. Soalnya.. Bibirnya sesekali mengecup-mengecup kepala gua. Dengan cepat gua menutup dan mengunci pintu, lalu segera melangkah kembali ke arah Ibu Mia.




















