ini sih engga beres nih. Vidio Porno “Maaf Bu ya .”, kataku kemudian mengalihkan pembicaraan dan menghindari sorotan matanya. Wow ! Ini namanya rejeki nomplok. Kurenggut BH hitam itu dan kubuang ke lantai, dan sepasang buah dada Syeni yang bulat, menonjol, kenyal, putih, bersih tampak seluruhnya di hadapanku. Diantara mereka bahkan tidak mengeluhkan tentang penyakitnya saja, tapi juga perihal kehidupan rumah tangganya, hubungannya dengan suaminya. Maaassss ..”. Diam. Ah, jangan ge-er kamu. Lidah yang lincah dan ahli menelusuri rongga-ronga mulutku. Oohh . Gile bener .. Syeni ke meja praktekku .. Tapi engga apa-apa lah .. “Ooohhh .. “Maaf Bu ya .”, kataku kemudian mengalihkan pembicaraan dan menghindari sorotan matanya. Berdegup jantungku, sewaktu dia mengangkat kakinya ke pembaringan, sekilas CD-nya terlihat, hitam juga warnanya. “Siapa Syeni”, tanyaku. Aku tak tahan lagi. Yang tak wajar adalah, Syeni memejamkan mata seolah sedang dirangsang ! Kuremasi dada kirinya dengan kedua belah tangan, sesuai prosedur. “Kok BH-nya engga dipakai ?“Entar aja deh di rumah”.“Entar curiga lho, suamimu”.“Ah, dia




















