Tampak Pak Bupati duduk di dekat jalan masuk menuju lapangan demi menyambut Sanro nantinya.Tiba-tiba saya mendapat panggilan telepon dari sepupu. Bokep Crot “Ini sudah perintah adat. Jalan yang batu dan tanah semakin basah.***Indo tampak sibuk menyiapkan nasi ketan dan telur. Sanro beserta rombongan mulai mengarak ayam dengan berjalan dari berbagai tempat ke Lapangan Mabbaranie, tempat Sirawu Sulo berlangsung. Hujan masih turun. Kaukira Ambo berbohong?” Suara Ambo meninggi, kemudian tampaklah hujan turun seperti jarum-jarum dari balik jendela yang selalu terbuka. Lancang saya meninggikan suara di hadapan beliau.Tapi Ambo tak terima. Jika kita tidak laksanakan, kampung bisa kena karma.”Kami memang percaya semua yang keluar dari bibir Sanro merupakan kalimat yang datang dari Tuhan. Dia sudah pikun, Ambo.” Saya membalas Ambo dengan nada sehalus mungkin. Saya langsung berlari mendekati Ambo yang berdiri di sebelah Kepala Desa dan Pak Bupati.




















